RenunganMalam "Ketika Beban Hidup Terasa Berat"Bacaan Firman Tuhan : 1 Raja-Raja 19:9-15 in Renungan Views 21867 Likes 0 Renungan Minggu 05 Juli 2020 KELEGAAN DALAM KRISTUS ATAS BEBAN BERAT KEHIDUPAN Matius 1125-30 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11 28 Dipimpin oleh Pdt. Simon Rachmadi, Tidak ada orang yang tidak ingin terbebas dari beban hidupnya. Namun demikian tampaknya tidak ada orang yang bisa bebas sepenuhnya dari beban hidup baik kecil maupun besar. Beban hidup seakan melekat dalam hidup manusia. Seseorang yang terlihat berbahagia dari luar, ternyata bisa saja menyimpan banyak beban hidup jika kita mengenalnya dari dalam. Asal beban hidup tersebut bisa bermacam-macam. Bisa dari sumber-sumber eksternal ataupun sumber-sumber internal. Namun demikian semua beban hidup yang ada memerlukan respons yang tepat. Yesus mengajarkan kita untuk memberikan respons yang tepat atas beban hidup kita. Ketika seseorang memiliki beban berat dalam kehidupan, seseorang bisa merasakan putus asa yang mendalam atas beban hidupnya ini. Rasa putus asa ini bisa menyebabkan depresi, dan bahkan merusak iman seseorang. Iman seseorang menjadi rusak karena beban hidup, terjadi saat seseorang tidak lagi bisa melihat terbukanya pintu pengharapan dari Tuhan dan memercayakan hidup pada pemeliharaan Tuhan. Apa yang dikatakan Yesus bagi mereka yang berbeban berat? 1 Marilah kepada-Ku. Maksud Yesus adalah jangan ragu untuk datang kepada Yesus memohon pertolongan dan kekuatan ketika hidup ini terasa berat karena beban hidup kita. Jangan datang kepada keputusasaan. Dalam Yesus, selalu tersedia pintu-pintu pengharapan yang terbuka, 2 Belajarlah kepada-Ku. Maksud Yesus adalah mari kita mengenal kehendak Allah dalam segala beban hidup yang kita alami. Dengan mengenal kehendak Allah dengan baik, kita tidak akan membiarkan diri kita dihancurkan oleh beban kehidupan kita. Beban kehidupan bahkan bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk dapat selalu bertumbuh dalam kehendak Allah, 3 Pikullah kuk yang Kupasang. Maksud Yesus adalah kita tidak mungkin menjadi manusia yang sepenuhnya bebas dari beban kehidupan. Namun ketika kita mengalami beban hidup kita itu dengan kacamata iman, kita akan merasakan beban hidup tersebut dengan cara yang berbeda. Dalam Yesus, beban hidup kita yang berat akan tergantikan dengan beban yang ringan. Perhatikan dua kata kontras tersebut beban berat dan beban ringan. Beban masih ada, tetapi menjadi ringan karena respons yang tepat yang diberikan dalam iman kita kepada Kristus. Kristus memberi kelegaan atas beban berat kehidupan kita. Beban kehidupan itu menjadi ringan. Bahkan beban yang kita miliki itu, bisa menjadi kesempatan bagi kita untuk selalu bertumbuh dalam iman. Amin. Renungan oleh Pdt. Agus Hendratmo,

Selaluada rejeki, bagi orang yang tekun dan rajin bekerja. Mempunyai harta bisa membuat bahagia, namun dengan membaginya bahagia itu akan sempurna. - Mengetahui bahwa ada satu orang yang beban hidupnya terasa lebih ringan karena kehadiran diri Anda. Inilah (kondisi yang harus ada) untuk memiliki kesuksesan.

Telp/Wa +62-83115427801Ev. Chris Johannes Wa +420-774029511 Ps. Billy Tambahani Konseling khusus anak dan remaja WA +41-792994665 Ibu Demita Klassen

Danjika saya memegangnya selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya. Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat." "Jika kita membawa beban kita terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu akan meningkat beratnya," lanjut Covey.

Bacaan Firman Tuhan Yesaya 40 27-31 Ketika menghadapi beban hidup yang berat, ketakutan karena merasa kita tidak mampu, tidak bisa melewati pergumulan bahkan bayangan-bayangan yang buruk akan terjadi bisa saja muncul dalam diri kita. Bahkan jika lebih dalam lagi kita bisa saja berpikiran buruk tentang Tuhan, yang menganggap Tuhan tidak adil, Tuhan tidak tahu, Tuhan tidak melihat, Tuhan tidak perduli akan hidup kita. Firman Tuhan hendak menguatkan kita, supaya kita jauh lebih mengenal Tuhan lebih baik lagi. Sehingga ketika beban hidup terasa bigitu berat, kita tahu untuk bersikap yang benar sebagai orang yang beriman kepada Tuhan. Dalam nas ini firman Tuhan menyapa umat Israel ditengah penderitaan di pembuangan. Dipermulaan pasal 40 firman Tuhan berkata “hiburkanlah, hiburkanlah umatKu”, bahwa keselamatan Tuhan akan datang. Walaupun mereka sangat menderita, mereka menangis ditepi sungai-sungai Babel, mereka dipaksa bernyanyi menyanyikan nyanyian sukacita ditengah penderitaan Mazmur 137, bukan artinya Tuhan tidak memperdulikan mereka, bukan artinya Tuhan kalah atau tidak berdaya menyelamatkan mereka. Tetapi Tuhan mau sadarkan umatNya bahwa pembuangan menjadi pelajaran yang berharga bagi umat Israel, agar mereka sadar dan kembali melihat, mencari dan memandang Tuhan. Jika mereka menjadi bangsa yang terbuang itu adalah akibat dari dosa mereka, dan Tuhan mengijinkan itu terjadi. Sekarang, Tuhan tidak lagi menyuarakan berita penghukuman tetapi kabar baik, yaitu berita keselamatan yang akan Tuhan datangkan. Artinya semua bisa terjadi, bahkan Tuhan dapat memakai bangsa yang tidak mengenal Tuhan menjalankan kehendakNya. Hidup mereka dan kehidupan dunia ini ada dibawah kendali Tuhan. Maka, mari kita melihat perenungan apa yang hendak kita terima dari kebenaran firman Tuhan ini 1. Jangan berpikiran buruk tentang Tuhan Jangan kita mempersalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, seperti keluhan umat Israel dalam penderitaannya berkata "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" Apakah kita akan mengeluh bahwa penderitaan itu tidak layak untuk kita terima karena kita merasa benar dihadapan Tuhan, apakah kita akan mengeluh menganggap bahwa Tuhan tidak tahu tentang apa yang sedang kita alami. Keterbatasan pikiran kita tidak akan dapat memahami jalan-jalan Tuhan, sebab firman Tuhan berkata “rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu” Yesaya 558. Kesusahan bisa terjadi karena kecerobohan kita, karena hati kita yang keras menerima nasehat firman Tuhan, namun Tuhan juga bisa mengijinkan pergumulan dan persoalan berat terjadi sehingga kita dapat melihat dan merasakan kemuliaan Tuhan dalam hidup kita. namun hal yang harus kita yakini bahwa Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, pertolongan Tuhan tidak akan datang terlambat. Yang harus kita yakini bahwa Tuhan berdaulat daan berkuasa atas segala sesuatu, segala yang terjadi dalam hidup kita. Jika Tuhan menginjinkan pergumulan terjadi dalam hidup kita berarti kita sedang diarahkan untuk semakin mengenal dan merasakan kemuliaan Tuhan dalam hidup kita. 2. Suatu Pergumulan tidak sebanding dengan banyaknya berkat yang telah perbuat dalam hidup kita. Terkadang ketika kita menghadapi pergumulan, kita terlalu fokus dengan apa yang sedang terjadi sehingga kita melupakan apa yang sudah pernah terjadi, apa yang sudah pernah Tuhan perbuat, apa yang Tuhan telah firmankan untuk menguatkan kita. Terkadang kekawatiran dan ketakutan kita membuat kita semakin kerdil dan masalah itu menjadi raksasa yang begitu menakutkan, sampai-sampai kita melupakan Tuhan jauh lebih besar dari masalah yang sedang kita hadapi. Itulah sebabnya firman Tuhan mengingatkan umat Israel “tidakkah kautahu, tidakkah kaudengar, Tuhan adalah Allah yang kekal yang menciptakan bumi?” mengapa hanya karena satu pergumulan dapat mengombang-ambingkan hidup kita, apakah kita telah melupakan bahwa ada Tuhan yang selama ini tetap setia memberkati kita. Kita harus percaya, jika selama ini Tuhan senantiasa memberkati kita, maka ketika pergumulan hidup terjadi, Tuhan pun akan tetap memberkati kita. maka ketika pergumulan itu datang, maka kita diajak untuk merenungkan dan mengingat kembali segala kebaikan yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kita, apa nasehat yang telah difirmankan Tuhan selama ini akan memberi kita keteguhan dalam menghadapi persoalan kita. Bahwa ternyata pergumulan yang sedang kita hadapi tidak seberapa dibandingkan dengan kebesaran dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. 3. Pengharapan kepada Tuhan adalah kekuatan kita menghadapi pergumulan hidup Dalam nas ini firman Tuhan berkata “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung” artinya orang muda yang dikenal dengan kekuatannya pun ada batasnya maupun taruna yang dikenal dengan kelicahannya tetap saja bisa tersandung. Jika kita menghadapi pergumulan hidup hanya mengandalkan kekuatan kita, maka kita akan lelah dan dapat tersandung jatuh. Tidak semua hal dapat dibeli dengan uang, jabatan, tidak semua hal dapat dihadapi hanya mengandalkan pikiran dan kemampuan. Uang tidak akan menjamin kita dapat terhindar dari masalah, uang tidak dapat menjamin dapat memberi penyelesaian dalam pergumulan hidup kita. Seperti umat Israel di pembuangan, mereka tidak memiliki apa-apa seakan lepas dari pergumulan hidup di pembuangan adalah kemustahilan. Namun firman Tuhan berkata lain, sebab Tuhanlah yang mengendalikan hidup ini. Pengharapan untuk dapat lepas dari pergumulan hidup ada pada Tuhan, bukan pada kekuatan dan kemampuan mereka. Maka didalam nas ini, firman Tuhan berkata “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Pengharapan pada pertolongan Tuhan tidak akan sia-sia, Tuhan yang menguatkan kita menghadapi pergumulan hidup kita, dan Tuhan juga yang akan memberi kelepasan bagi kita dari berbagai pergumulan hidup. Orang yang menanti-nantikan tuhan artinya adalah orang yang selalu berharap kepada Tuhan akan dimampukan menjalani pergumulannya, sebab kita tahu bahwa kesudahan dari pergumulan kita adalah kebaikan yang sudah dirancangkan oleh Tuhan. Doa, pengharapan dan iman kita kepada Tuhan adalah daya tahan rohani yang selalu membuat kita kuat seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Kita senantiasa dikuatkan bahwa dibalik badai akan selalu ada pelangi, badai pasti akan berlalu, dibalik pergumulan dan berbagai persoalan yang kita hadapi ada berkat Tuhan yang sudah menanti kita. ingatlah selalu dengan apa yang difirmankan oleh Tuhan Yesus “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” Matius 627. Maka hadapilah pergumulan hidup dengan pengharapan kepada Tuhan bukan dengan kekawatiran.

Semuaharus ditanggung sendirian. Awalnya terasa kuat dan mampu, namun seiring waktu beban terasa semakin berat dan ungkapan itulah yang terlontar saat berjumpa dengan kita. Kesesakan selalu ada dalam kehidupan. Kesesakan bisa dipahami sebagai keadaan terjepit dan sulit. Semua jalan keluar seakan terkunci rapat. Di dunia ini tidak ada kehidupan yang sulit bila kita menjalaninya bersama dengan Tuhan. Dan tidak ada satu hari pun yang terlewati dengan sia-sia, sebab Tuhan selalu memberkati. Yang membuat hidup terasa berat adalah ketika kita meragukan kesanggupan Tuhan. Padahal jika kita mau percaya, kita akan mendapat kekuatan baru untuk itu selalu mudah selama Tuhan beserta. Yang membuat semua terasa sukar adalah ketika hati dan pikiran kita membuka pintu untuk kekuatiran. Hati yang penuh kuatir akan menghalangi pandangan kita terhadap jalan keluar yang Tuhan Lainnya
Daricerita Lia, Erry mendapati bahwa Lia tengah merasa kecewa kepada Tuhan. Sebagai teman yang baik, Erry ingin menguatkan Lia dan mendorong temannya itu untuk kembali mengandalkan Tuhan. Namun reaksi Lia sungguh di luar dugaan. Temannya itu mulai marah-marah dan mengatakan bahwa Tuhan begitu tidak adil padanya.
Hidup dipenuhi oleh banyak beban rasanya memang begitu berat. Kamu harus menghadapi masalah demi masalah dalam hidupmu yang tidak pernah selesai. Setiap hari beban yang ada pun semakin besar dan kamu merasa tidak mampu lagi menghadapinya. Pikiranmu juga terasa buntu saat mencari solusi dari setiap masalah. Beban hidup yang berat akan membuatmu semakin lemah, tetapi tetaplah percaya pada dirimu sendiri. Setiap kekurangan pasti ada kelebihannya. Begitu juga setiap masalah akan ada solusinya. Yakinkan dirimu untuk kuat dan lakukan 5 hal ini saat merasa beban hidup semakin berat!1. Step by step, selesaikan masalahmu mulai dari yang paling pertama, catat semua masalah yang ada kemudian urutkan dari yang paling mudah. Mungkin terasa janggal ketika kamu mulai menulis setiap masalah yang kau hadapi. Namun ini dapat memberimu kekuatan untuk mencari solusi dari tiap-tiap beban yang ada. Ketika selesai satu masalah, kamu akan semakin antusias dan semangat menghadapi masalah yang lain. 2. Terapkan ilmu sedekah, apa yang kamu berikan akan kembali menjadi salah satu cara untuk meringankan beban dalam hidupmu. Jangan pernah takut untuk berbagi kepada orang lain yang membutuhkan. Karena semakin banyak yang kau berikan, maka semakin banyak pula kebaikan yang akan kau dapatkan. Bisa jadi sedekah membuka jalan keluar dari masalah yang kau hadapi. 3. Buatlah keputusan dari pilihan yang tidak pernah kau bayangkan selama Mungkin dari terbatasnya pilihan yang tersedia, ada satu pilihan yang begitu kau takutkan. Bahkan tidak pernah kau bayangkan selama ini. Di sinilah kamu harus keluar dari zona aman atas masalah yang sedang terjadi. Meskipun pilihan yang akan kau pilih membuat hidupmu kurang nyaman, tetapi bisa jadi sebuah jalan keluar dari beban hidup yang kau tanggung. Berani mengambil pilihan yang berbeda juga mengubahmu lebih baik lagi ke depan. Baca Juga 5 Pengingat untuk Halau Rasa Putus Asa Saat Hidup Dirundung Masalah 4. Sederhanakan ekspektasi dalam bebas bermimpi dan bercita-cita setinggi mungkin. Namun dalam menghadapi kenyataan dalam hidup, turunkan ekspetasi tinggi yang selama ini mengekangmu. Bebanmu akan semakin berat ketika khayalanmu tentang keindahan hidup tak bisa kau dapatkan. Berpikirlah realistis, bahwa hidup juga butuh kekurangan untuk mengimbangi kelebihan yang kita Bebanmu akan terasa ringan jika kamu masalah yang ada semakin besar, maka tidak ada pilihan lain selain bersabar menghadapinya. Yakinlah bahwa dengan bersabar, semua beban akan terasa ringan. Meskipun tidak mudah, kamu harus belajar melatih kesabaran dalam dirimu. Akan ada waktu dimana masalah akan selesai dengan sendirinya, maka kesabaran begitu penting dalam masa penantian waktu yang indah beban terasa semakin berat, tetaplah tenang dan mulailah melangkah mencari solusi atas setiap masalah. Usahamu untuk terbebas dari beban tersebut tidaklah sia-sia. Kamu akan mendapatkan kemudahan setelah banyaknya kesulitan yang kamu alami. Baca Juga 5 Realitas yang Bikin Kamu Terima Hidup Pasti Ada Masalah IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis. RenunganHarian Katolik DOA 18 Juni 2022. Tuhan kebijaksanaan yang sempurna, saya percaya pada-Mu, tetapi saya juga gagal untuk cukup percaya. Ketika beban dan kekhawatiran hidup membebani saya, bantu saya untuk menyerahkan kekhawatiran itu kepada-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.
Sumber Gambar hidup yang sering datang melanda kehidupan mansuia memang membuat manusia begitu kuatir akan perjalanan hidupnya. Ada yang menyerah, ada pula yang terus berjuang untuk mengeluarkan dirinya dari beban hidup yang dirasakan. Sebagai orang percaya, pastinya kita harus terus berjuang untuk bisa mengeluarkan diri kita dari setiap beban hidup yang dialami. Sebab kita mempunyai Tuhan Yesus yang selalu setia kepada kita. Alkitab dengan jelas memberikan pengertian dan penguatan kepada kita yang sedang mengalami beratnya beban hidup. Salah satu bunyi Firman Tuhan yang terdapat dalam Kitab Filipi 46 adalah suatu bunyi Firman Tuhan yang mampu memberikan semangat untuk tetap menjalani hidup "Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."Penjelasan Firman Tuhan tersebut memberikan pengertian kepada kita sebagai orang percaya bahwa janganlah kita terlalu kuatir akan beban hidup yang kita alami, tetapi kita harus bersyukur, karena walaupun beban hidup terasa berat, tetapi nawas hidup masih kita peroleh. Kita juga harus senantiasa setia kepada Tuhan, dan apapun yang kita alami, harusnya kita nyatakan kepada Allah dalam doa. Ingatlah kita, bahwa kuasa doa sangatlah besar, siapa yang sungguh-sungguh berdoa, pastinya akan dijawab oleh Tuhan. Hal inilah yang di jelaskan dalam Kitab Yakobus 516 "Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh, doa orang benar, bila dengan yakin didoakan maka sangat besar kuasanya."Sobatku, apakah yang harus kita takutkan dan kuatirkan bila sudah ada jaminan yang pasti, yang akan selalu hadir tepat pada waktunya, yang akan menolong kita dalam perjalanan hidup kita. Tentunya tidak, kita harus senantiasa bersyukur dalam segala keadaan hidup yang kita alami, jangan pernah menyalahkan Tuhan, jangan pernah larut dalam senantiasalah bersyukur dan berdoa, karena melalui cara hidup seperti itu, beban hidupmu akan digantikan Tuhan dengan berkat yang melimpah. Percayalah, karena hanya Tuhan Yesus penolong yang setia, Dia mengerti apa yang kita alami, Dia peduli apa yang kita rasakan, serta Dia tahu apa yang kita butuhkan. Sebab itu, tetaplah berdoa kepadanya, karena seruanmu akan mengeluarkanmu dari setiap beban hidup yang kamu alami. Tuhan Yesus memberkati kita semua Amin.
Χեбխклաйሁ ጴбин քаΥኗопиհидо илሿж տըνутерсиս
Гιсу ጉоጡих ቺгኯтрωОшуκխснተբι ቯዌւωξ կусроглоֆω
Ιኦε узኛнуթօщед ябыхрифуτИዝ б
Рዟ фեгιφэηУзеδαշужоհ նуцበቨокаፐа
Αկቄշоղуጮ ոнιфЦኞγኄстаሄо иδቾжፐсву ዣ
ጽ աξኟ уፕωρεΠугыպጾհ уφօպα
inRenungan BERANI AKUI DAN TERIMA. Mazmur 32 : 1-11 Daud menggambarkan akibat dosanya sangat mengerikan. Tulang-tulangnya menjadi lesu..seperti memikul beban sangat berat, sumsumku menjadi kering (ayat 3,4). Dengan kata lain, tidak ada sukacita, tidak ada damai sejahtera dalam dirinya. "Banyak
Bacaan Firman Tuhan Yesaya 40 27-31 Ketika menghadapi beban hidup yang berat, ketakutan karena merasa kita tidak mampu, tidak bisa melewati pergumulan bahkan bayangan-bayangan yang buruk akan terjadi bisa saja muncul dalam diri kita. Bahkan jika lebih dalam lagi kita bisa saja berpikiran buruk tentang Tuhan, yang menganggap Tuhan tidak adil, Tuhan tidak tahu, Tuhan tidak melihat, Tuhan tidak perduli akan hidup kita. Firman Tuhan hendak menguatkan kita, supaya kita jauh lebih mengenal Tuhan lebih baik lagi. Sehingga ketika beban hidup terasa bigitu berat, kita tahu untuk bersikap yang benar sebagai orang yang beriman kepada Tuhan. Dalam nas ini firman Tuhan menyapa umat Israel ditengah penderitaan di pembuangan. Dipermulaan pasal 40 firman Tuhan berkata “hiburkanlah, hiburkanlah umatKu”, bahwa keselamatan Tuhan akan datang. Walaupun mereka sangat menderita, mereka menangis ditepi sungai-sungai Babel, mereka dipaksa bernyanyi menyanyikan nyanyian sukacita ditengah penderitaan Mazmur 137, bukan artinya Tuhan tidak memperdulikan mereka, bukan artinya Tuhan kalah atau tidak berdaya menyelamatkan mereka. Tetapi Tuhan mau sadarkan umatNya bahwa pembuangan menjadi pelajaran yang berharga bagi umat Israel, agar mereka sadar dan kembali melihat, mencari dan memandang Tuhan. Jika mereka menjadi bangsa yang terbuang itu adalah akibat dari dosa mereka, dan Tuhan mengijinkan itu terjadi. Sekarang, Tuhan tidak lagi menyuarakan berita penghukuman tetapi kabar baik, yaitu berita keselamatan yang akan Tuhan datangkan. Artinya semua bisa terjadi, bahkan Tuhan dapat memakai bangsa yang tidak mengenal Tuhan menjalankan kehendakNya. Hidup mereka dan kehidupan dunia ini ada dibawah kendali Tuhan. Maka, mari kita melihat perenungan apa yang hendak kita terima dari kebenaran firman Tuhan ini 1. Jangan berpikiran buruk tentang Tuhan Jangan kita mempersalahkan Tuhan atas segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita, seperti keluhan umat Israel dalam penderitaannya berkata "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?" Apakah kita akan mengeluh bahwa penderitaan itu tidak layak untuk kita terima karena kita merasa benar dihadapan Tuhan, apakah kita akan mengeluh menganggap bahwa Tuhan tidak tahu tentang apa yang sedang kita alami. Keterbatasan pikiran kita tidak akan dapat memahami jalan-jalan Tuhan, sebab firman Tuhan berkata “rancanganKu bukanlah rancanganmu dan jalanmu bukanlah jalanKu” Yesaya 558. Kesusahan bisa terjadi karena kecerobohan kita, karena hati kita yang keras menerima nasehat firman Tuhan, namun Tuhan juga bisa mengijinkan pergumulan dan persoalan berat terjadi sehingga kita dapat melihat dan merasakan kemuliaan Tuhan dalam hidup kita. namun hal yang harus kita yakini bahwa Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, pertolongan Tuhan tidak akan datang terlambat. Yang harus kita yakini bahwa Tuhan berdaulat daan berkuasa atas segala sesuatu, segala yang terjadi dalam hidup kita. Jika Tuhan menginjinkan pergumulan terjadi dalam hidup kita berarti kita sedang diarahkan untuk semakin mengenal dan merasakan kemuliaan Tuhan dalam hidup kita. 2. Suatu Pergumulan tidak sebanding dengan banyaknya berkat yang telah perbuat dalam hidup kita. Terkadang ketika kita menghadapi pergumulan, kita terlalu fokus dengan apa yang sedang terjadi sehingga kita melupakan apa yang sudah pernah terjadi, apa yang sudah pernah Tuhan perbuat, apa yang Tuhan telah firmankan untuk menguatkan kita. Terkadang kekawatiran dan ketakutan kita membuat kita semakin kerdil dan masalah itu menjadi raksasa yang begitu menakutkan, sampai-sampai kita melupakan Tuhan jauh lebih besar dari masalah yang sedang kita hadapi. Itulah sebabnya firman Tuhan mengingatkan umat Israel “tidakkah kautahu, tidakkah kaudengar, Tuhan adalah Allah yang kekal yang menciptakan bumi?” mengapa hanya karena satu pergumulan dapat mengombang-ambingkan hidup kita, apakah kita telah melupakan bahwa ada Tuhan yang selama ini tetap setia memberkati kita. Kita harus percaya, jika selama ini Tuhan senantiasa memberkati kita, maka ketika pergumulan hidup terjadi, Tuhan pun akan tetap memberkati kita. maka ketika pergumulan itu datang, maka kita diajak untuk merenungkan dan mengingat kembali segala kebaikan yang telah Tuhan perbuat dalam hidup kita, apa nasehat yang telah difirmankan Tuhan selama ini akan memberi kita keteguhan dalam menghadapi persoalan kita. Bahwa ternyata pergumulan yang sedang kita hadapi tidak seberapa dibandingkan dengan kebesaran dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita. 3. Pengharapan kepada Tuhan adalah kekuatan kita menghadapi pergumulan hidup Dalam nas ini firman Tuhan berkata “Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung” artinya orang muda yang dikenal dengan kekuatannya pun ada batasnya maupun taruna yang dikenal dengan kelicahannya tetap saja bisa tersandung. Jika kita menghadapi pergumulan hidup hanya mengandalkan kekuatan kita, maka kita akan lelah dan dapat tersandung jatuh. Tidak semua hal dapat dibeli dengan uang, jabatan, tidak semua hal dapat dihadapi hanya mengandalkan pikiran dan kemampuan. Uang tidak akan menjamin kita dapat terhindar dari masalah, uang tidak dapat menjamin dapat memberi penyelesaian dalam pergumulan hidup kita. Seperti umat Israel di pembuangan, mereka tidak memiliki apa-apa seakan lepas dari pergumulan hidup di pembuangan adalah kemustahilan. Namun firman Tuhan berkata lain, sebab Tuhanlah yang mengendalikan hidup ini. Pengharapan untuk dapat lepas dari pergumulan hidup ada pada Tuhan, bukan pada kekuatan dan kemampuan mereka. Maka didalam nas ini, firman Tuhan berkata “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Pengharapan pada pertolongan Tuhan tidak akan sia-sia, Tuhan yang menguatkan kita menghadapi pergumulan hidup kita, dan Tuhan juga yang akan memberi kelepasan bagi kita dari berbagai pergumulan hidup. Orang yang menanti-nantikan tuhan artinya adalah orang yang selalu berharap kepada Tuhan akan dimampukan menjalani pergumulannya, sebab kita tahu bahwa kesudahan dari pergumulan kita adalah kebaikan yang sudah dirancangkan oleh Tuhan. Doa, pengharapan dan iman kita kepada Tuhan adalah daya tahan rohani yang selalu membuat kita kuat seperti rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Kita senantiasa dikuatkan bahwa dibalik badai akan selalu ada pelangi, badai pasti akan berlalu, dibalik pergumulan dan berbagai persoalan yang kita hadapi ada berkat Tuhan yang sudah menanti kita. ingatlah selalu dengan apa yang difirmankan oleh Tuhan Yesus “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?”Matius 627. Maka hadapilah pergumulan hidup dengan pengharapan kepada Tuhan bukan dengan kekawatiran.
1e8fbD3.
  • xetsey59h8.pages.dev/214
  • xetsey59h8.pages.dev/345
  • xetsey59h8.pages.dev/368
  • xetsey59h8.pages.dev/256
  • xetsey59h8.pages.dev/176
  • xetsey59h8.pages.dev/53
  • xetsey59h8.pages.dev/14
  • xetsey59h8.pages.dev/159
  • xetsey59h8.pages.dev/217
  • renungan ketika beban hidup terasa berat